Tucked away in a small alley off Jl. Hayam Wuruk in Chinatown is a
well-kept Jakarta secret, Warung Tinggi coffee shop.
It boasts that it is Indonesia's oldest coffee company, with a history going
back over 125 years."Our coffee has come a long way, since the Dutch
era, and the knowledge and expertise about coffee has been passed on
from one generation to another," says Rudy Widjaja, the fourthgeneration
owner of Warung Tinggi.
Read More...
Kopi bagi sebagian masyarakat mampu memberikan kenikmatan tersendiri. Begitu juga dengan Rudy Widjaja, direktur PT Warung Tinggi Coffee. Berbekal dari kecintaannya pada kopi, ia pun berusaha terus eksis mengembangkan bisnis turun temurun yang telah berdiri selama 125 tahun.
Keterampilannya dalam mengolah kopi memang telah dijalani sejak masih kanak-kanak. Ketika itu, ia sering membantu orangtua yang juga sebagai pewaris bisnis kopi Warung Tinggi, dalam meracik kopi hingga bisa dijual. "Maklum saja dulu, pengerjaannya masih manual dan membutuhkan banyak tenaga manusia," sambung Rudy kepada Bisnis.
Read More...
Jadiiiii.. Setelah berpintong ria, niatnya gw, Rania, dan Mala langsung pengen pulang krn badan udah cape dan pegel2.. (bonus badan gosong dan bau tak sedap!) Pas pawai Cap Go Meh-an usai, kita mau ketemu yang lain2 u/ pamit..Yang kesisa akhirnya tinggal Gw, Rania, Mala, Amy, Ari, dan Adep..
Sambil jalan ke Halte busway, kita nentuin mau pulang apa engga..Katanya si Adep mau nemenin Amy & Ary ke Warung Tinggi ingin menyeruput coffee.
Read More...
This is sachet coffee package. Contain 6 sachets each box. i made square-shaped coffee sachet contains 25gr like the other. But the different is my coffee sachet will forms a picture if we stack them in the box. ^^
Read More...
Warung Tinggi Coffee termasuk salah satu kopi tertua dengan sejarah yang
lebih dari 125 tahun. Sejak jaman Belanda sampai sekarang, pengalaman
dan ketrampilan pembuatan kopi telah diteruskan dari generasi ke
generasi selanjutnya. Maka, tidak heran jika rasa kopi ini terasa lebih
enak dari merek kopi lainnya.
Read More...
JAKARTA, Indonesia - One of Jakarta's best-kept secrets lies on a dingy, nondescript street in the city's Chinatown.
Since 1878, Warung Tinggi Coffee (also known as Tek Soen Hoo or Tek Sun Hoo) has been trading in some of the finest coffee available anywhere in the world. We stopped here in the middle of an amazing day.
You wouldn't know it from the tiny storefront at Jalan Sekolah Tangki 26 framed with bird cages, featuring a 70-year-old Toledo scale and fronted with a Shalom sign in the window. It lacks even an awning to tout its role in the history of caffeine addicts around the globe.
Read More...
Warung Tinggi Coffee Bertahan Lima Generasi Karena Kualitas
Disaat persaingan bisnis kopi sedang tinggi, dengan bermunculnya warung-warung kopi modern, PT Warung Tinggi Coffee yang sudah berusia lebih dari satu abad tidak mau disalib. Demi mempertahankan pendapatannya, perusahaan yang sudah berdiri sejak 1878 ini menjajaki ekspor kopi ke luar negeri. Selain sudah mengekspor ke Jepang dan Amerika, Warung Tinggi juga sedang mempersiapkan ekspor ke Korea.
Read More...
BATAVIA, 1878. Restoran di tepian Moolen Vliet Oost-kini Jalan Hayam Wuruk-Jakarta, itu berbeda dengan bangunan lain di sekitarnya. Tampak lebih bagus, lebih besar, dan tinggi. Masyarakat di tepian Ciliwung lalu menyebutnya Waroeng Tinggi. Adalah Liaw Tek Soen, perantau asal Tiongkok, yang membangun warung itu bersama istrinya
Read More...
Goad Sibayan went prospecting recently in the remote Philippine highlands here known as the Cordillera. He clambered up and then down a narrow, rocky footpath that snaked around some hills, paying no heed to coffins that, in keeping with a local funeral tradition, hung very conspicuously from.
Read More...
Warung Tinggi Coffe tetap, bertahan, meski kedai kopi modern bermunculan. Bahkan kini Warung Tinggi juga sudah menjadi eksportir produk kopi ke sejumlah negara. Apa resepnya bisa bertahan? Coffee lovers tentu sudah mengenal kedai Warung Tinggi Coffee. Warung kopi yang berlokasi di bilangan Hayam Wuruk, Jakarta Pusat ini legendaris. Warung ini tetap mampu bertalian hingga kini sudah di tangan generasi kelima. Selain tercatat kedai kopi, Warung.
Read More...
Anda pencinta kopi? Pastikan Anda tahu benar cara menikmati minuman satu ini. Minumlah kopi lambat-lambat. Rasakan detik-detik ketika rasa kopi itu tercecap di lidah, masuk ke tenggorokan, dan naik terus hingga ke kepala. "Ini adalah bentuk penyegaran," kata Rudy Widjaya.Bila Rudy tahu benar cara menikmati secangkir kopi, bukan lantaran dia termasuk dalam golongan peminum kopi mania-itu juga istilahnya.
Read More...
TAK jelas, berapa banyak merek kopi yang beredar di pasar. Antara daerah satu dengan daerah lain sering tak sama. Sebab, ditengah persaingan berbagai merek kemasan kopi moderen, terselip pula produk tradisional hasil olahan industri rumahan. Tak mengherankan jika jumlahnya dari tahun ke tahun naik turun, timbul tenggelam. Satu pergi (bangkrut) diganti merek baru lagi, dan seterusnya.
Read More...
Inilah 14 Merek Tua yang Bertahan sampai sekarang. Berikut adalah merek tua yang bisa bertahan sampai sekarang:
Read More...
Berawal sejak abad 19, terletak di JI. Hayam Wuruk Jakarta, terdapat sebuah warung nasi sederhana tempat para tukang becak mangkal. Pemiliknya adalah seorang Tionghoa bernama Liauw Tek Sun yang beristri wanita pribumi. Letak warung ini lebih tinggi dari daerah sekitamya, di depannya terdapat jalan menurun dimana terletak perkampungan orang-orang Arab, sebab mana warung ini lebih dikenal dengan nama Warung Tinggi. Warung nasi itu cukup laris, sebagai pelengkap hadir pula suguhan kopi, yang temyata justru lebih banyak peminatnya.
Read More...